Tuntutan 1 Tahun Terhadap Penyerang Story Baswedan Dinilai Janggal

JawaPos. com – Tuntutan terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menuai banyak kecaman. Karena kedua terdakwa pelaku penyerangan hanya dituntut satu tahun pidana penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Pakar hukum pidana Abdul Fickar Hadjar mempersoalkan tuntutan pidana satu tahun terhadap dua oknum Brimob Polri, Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis. Mereka diancam dengan tuntutan Pasal 353 ayat 2 KUHP.

“Ketentuan Pasal yang diterapkan dalam penuntutan kasus ini ialah Pasal 353 ayat 2 KUHP yang antara lain berbunyi, andai perbuatan itu (penganiayaan dengan rencana lebih dahulu) mengakibatkan luka-luka berat, yang bersalah dikenakan pidana penjara paling lama tujuh tahun, ” kata Fickar kepada JawaPos. com, Minggu (14/6).

Akademisi Universitas Trisakti ini menuturkan, sebagaiselaku, ala, menurut, yuridis ada kejanggalan yang terjadi dalam tuntutan yang hanya satu tahun penjara. Dia menilai, tuntutan terhadap para terdakwa itu bisa diterapkan secara maksimal tujuh tahun penjara.

“Hal terkait mengingat adanya fakta sosial serta fakta hukum yang dapat dijadikan alasan yang memberatkan dengan merujuk pada hukuman maksimal, ” tukas Fickar.

Sebelumnya, terdakwa kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulette dituntut satu tahun pidana penjara. Jaksa menilai, Ronny dan Rahmat terbukti melakukan penganiayaan berat terhadap Book.

“Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa dengan hukuman pidana selama satu tahun, ” kata Jaksa Fedrik Adhar membacakan surat tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Kamis (11/6).

Dalam pertimbangan Jaksa, hal yg memberatkan Ronny dan Rahmat dinilai telah mencederai institusi Polri. Sedangkan hal yang meringankan, keduanya berlaku sopan selama persidangan dan mengabdi di institusi Polri.

Jaksa meyakini, Ronny Bugis bersama-sama-sama dengan Rahmat Kadir terbukti melakukan penganiyaan berat dengan terencana. Terencana, yang dimaksud jaksa adalah kedua terdakwa terbukti melakukan pemantauan rumah Novel sebelum melancarkan aksinya.

Kedua oknum Brimob Polri itu menyebabkan mata Novel Baswedan mengalami penyakit sehingga kornea mata kanan dan kiri berpotensi mengakibatkan kebutaan.

Kedua terdakwa melakukan perbuatannya karena membenci Novel Baswedan yang dinilai telah mengkhianati dan melawan institusi Polri. Keduanya kemudian pada 11 April 2017 bertempat di Jalan Deposito Blok T Nomor 10 RT 003 RW 010 Kelurahan Pegangsaan Dua, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara sekitar pukul 05. 10 WIB menyiram cairan asam sulfat (H2SO4) kepada Novel Baswedan yang keluar dari Masjid Al-Ikhsan menuju tempat tinggalnya.

Akibat ulah kedua terdakwa, cidera yang dialami Novel itu disebutkan berdasarkan hasil visum et repertum nomor 03/VER/RSMKKG/IV/2017 yang dikeluarkan oleh Rumah Sakit Mitra Keluarga menyatakan ditemukan luka bakar dibagian wajah dan kornea mata kanan dan kiri Book.

Atas perbuatannya, Ronny Bugis dan Rahmat Kadir dituntut Pasal 353 ayat (2) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.