Ujian Sekolah Digelar Online jadi Pertaruhan Integritas Siswa

JawaPos. com – Penelaahan secara online di tengah epidemi Covid-19 sepertinya bakal masih berlangsung di tahun ajaran baru 2020/2021 yang dimulai 13 Juli nanti. Di antara persoalan dalam penyelenggaraan pembelajaran online adalah saat bagian ujian. Ketika ujian berlangsung, karakter siswa dipertaruhkan.

Presiden Eduversal Indonesia Dwi Prajitno Wibowo menuturkan saat ini umumnya madrasah sudah selesai menjalankan ujian simpulan atau ujian kenaikan kelas.

“Kemarin saat ujian online di sekolah, memang banyak perkara dari manajemen sekolah, ” sebutan Dwi saat konferensi pers International Eduversal Mathematics Competition (I-EMC) 2020 di Jakarta, Sabtu (20/6).

Banyak pengelola sekolah yang mempertanyakan kredibilitas hasil ujian tersebut. Sebab seperti diketahui, ujian dengan diselenggarakan secara online tidak ada interaksi pengawasan langsung kepada siswa. Lembar jawaban yang disetor oleh siswa itu apakah murni dikerjakan sendiri, dibantu orang lain, atau ada bentuk kecurangan lainnya.

Namun, Dwi menjelaskan mereka sudah memiliki platform ujian sendiri. Platform tersebut mempersyaratkan alat dengan digunakan siswa memiliki kamera aliran atau muka. Dengan kamera tersebut, panitia bisa memantau siswa selama proses mengerjakan soal ujian. “Apakah di depan laptop siswa tersebut sendirian atau ada yang mengiringi, ” jelasnya.

Selain itu juga membuat ketentuan mulia account untuk ujian hanya bisa dibuka oleh satu user. Sehingga tidak bisa dibuka oleh karakter lain. Dengan platform tersebut, Dwi mengatakan mereka berupaya membantu kredibilitas ujian yang diselenggarakan secara online.

Tatangan seperti ini menurut Dwi juga menjadi perintah khusus bagi penyelenggara I-EMC 2020. Dia mengatakan penyelenggara sudah mempunyai sejumlah cara untuk mencegah manipulasi. Sesauai dengan cakupan pesertanya yang dari penjuru dunia, mereka melestarikan kredibilitas kompetisi.

Bagian Komite I-EMC Ade Kiki Ruswandi mengatakan nantinya yang akan diujikan di kompetisi matematika internasional nanti menantang dan dibatasi waktu tertentu. Sehingga bisa menekan potensi kecurangan siswa. Kemudian siswa juga tak bisa mengerjakan soal ujian cetakan sebelumya. Bentuk soal yang diujikan sebagian besar pilihan ganda. Lalu juga ada soal isian sedikit.

Manager IT Pembantu Sistem I-EMC Muhammad Fakhry Syauqy menuturkan soal antara satu peserta dengan lainnya diacak secara random. Kemudian ketika mengerjakan soal, tampilan monitor milik peserta akan full untuk soal. “Jadi tidak bisa untuk membuka tab baru. Karena posisi halaman adalah full screen, ” jelasnya.

Pemimpin Komite I-EMC Surya Saputra mengucapkan tahun lalu ketika masih nasional jumlah peserta mencapai 3. 000 siswa. Dia berharap tahun ini jumlah peserta bisa lebih tumbuh. Data sementara pendaftar sudah menyentuh sekitar 1. 100 anak. Tempat menjelaskan sudah ada jaringan daripada sebelas negara yang siap berbaur. Seperti dari Amerika Serikat, Jerman, Kanada, United Kingdom (UK), Vietnam, dan lainnya.

Pendaftaran dibuka mulai 8 Juni sampai 30 Juni melalui website www.i-emc.com. Kemudian peserta berkesempatan mengikuti tes coba atau try out dalam 4 Juli. Lalu kompetisi diselenggarakan pada 18 Juli. “Panitia menetapkan 18 Juli pengumuman hasil perlombaan, ” katanya.

Gerombolan peserta terbagi menjadi dua. Yaitu kelompok usia di bawah 14 tahun dan kelompok 14 tahun sampai 17 tahun. Juara mula-mula kompetisi ini akan mendapatkan iPad generasi 7. Sedangkan untuk juara kedua dan ketiga, masing-masing mendapatkan Samsung Galaxy Tab A 2019 dan All New Kindle Paperwhite 2020. Dia berharap di tengah pandemi, siswa tetap semangat buat berkompetisi.

Saksikan video menarik berikut ini: