Wawancara Deddy Corbuzier dengan Siti Fadilah Disebut Langgar Aturan

JawaPos. com – Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) menyatakan bahwa wawancara yang diaplikasikan Deddy Corbuzier terhadap mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari menyalahi aturan. Karena, wawancara tersebut bukan memenuhi persyaratan Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI Pengelolaan dan Pelayanan Informasi dan Dokumentasi pada Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.

“Wawancara Siti Fadilah dan Deddy Corbuzier tidak sesuai dan tidak memenuhi persyaratan yang tercantum dalam Peraturan Menteri Hukum dan PIG RI Pengelolaan dan Pelayanan Informasi dan Dokumentasi pada Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Kantor Wilayah Kemenkumham lalu UPT Pemasyarakatan, Pas No. M.. HH-01. IN. 04. 03, 5 Oktober Tahun 2011, ” kata Kepala Bagian Humas dan Protokol Ditjen PAS, Rika Aprianti di dalam keterangannya, Selasa (26/5).

Rika menuturkan, Deddy menyalahi aturan seperti tertuang dalam Pada pasal 28 (1) yang mengatakan yakni peliputan untuk kepentingan penyediaan informasi dan dokumentasi harus mendapat izin secara tertulis dari Ditjen PAS. Selain itu, juga melanggar Pasal 30 ayat 3 yang menyatakan bahwa peliputan hanya dapat dilakukan pada hari kerja dan jam kerja yang ditentukan oleh masing-masung unit/satuan kerja.

Serta Pasal 30 ayat 4 yang menyatakan bahwa Pelaksaanaan peliputan diharuskan didampingi oleh pegawai pemasyarakatan lalu sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. Terakhir melanggar Pasal 32 ayat 2, menyatakan bahwa wawancara terhadap narapidana hanya dapat dilakukan jika berkaitan dengan pembinaan narapidana.

Rika menyebut, wawancara yang dilakukan Deddy tak diketahui oleh pihak Rumah Tahanan (Rutan) Pondok Bambu. Karena Siti Fadilah masih menjadi warga binaan pemasyatakatan di Rutan Pondok Bambu.

“Pihak Rutan Pondok Bambu mengatakan baru mengetahui adanya wawancara tersebut setelah melihat video wawancara Siti Fadillah dan Deddy Corbuzier pada Instagram milik Deddy Corbuzier, dalam Kamis, 21 Mei 2020, ” ujar Rika.

Rika menyebut, berdasarkan keterangan dari pihak Rutan Pondok Bambu, wawancara Siti Fadilah dengan Deddy Corbuzier terjadi pada Rabu malam, 20 Mei 2020, antara pukul 21. 30 WIB – 23. 30 WIB.

Pada saat tersebut ada empat orang, yakni dua laki-laki dan dua perempuan yg masuk ke ruang rawat Siti Fadilah, mengenakan masker dan salah satunya menggunakan penutup kepala dari jaket (hoodie) dan mengenakan ransel.

“Satu di antaranya adalah Deddy Corbuzier, ” ujar Rika.

Rika menerangkan, Siti Fadilah saat itu tengah dirawat di RSPAD Gatot Soebroto. Menurut Rika, petugas yang menjaga Siti Fadilah tak sempat bertanya kepada empat orang tersebut lantaran terlambat.

“Petugas jaga tidak sempat bertanya karena ketika akan bertanya apa kepentingan serta keperluan dari tamu tersebut, pintu kamar sudah dikunci dari dalam, termasuk saat ada perawat yang ingin masuk ruang rawat buat memberi obat-obat an pun dilarang masuk oleh keluarga yang bersangkutan, ” tukas Rika.